Pagi ini mendung menggantung….yah kaya biasanya aj kalo habis libur akhir pekan saya kembali ke solo membonceng motor bersama tante saya,,,sebenarnya rutinitas ini tidak ada bedanya dari hari hari lainnya,,,namun hari ini saya merasa ada yang berbeda, sepanjang perjalanan pandangan mata saya tidak lepas dari sepeda2 yan lalu lalang dan melewati jalan raya pakis – solo,,,
“kayaknya biasa aja deh”
“tiap hari kan emank gitu rutinitas mereka”
mungkin ada yang berasumsi seperti itu,,,namun bagi saya hari ini sungguh berbeda, mungkin karena perasaan saya ikut mendung seperti cuaca saat itu, jadi lebih sensitif. Kalau dipikir – pikir setiap saya kembali ke solo ataupun pulang dari solo melewati jalan tersebut, saya pasti melihat banyaknya iringan sepeda,
para pengayuh sepeda tersebut selalu memenuhi ruas jalan pakis solo pada pagi har maupun sore hari, waktu2 yang padat karena mejelang masuk kerja dan pulang kerja, mereka biasanya jalan beriringan beramai –ramai, jarak tempuh yang mereka lalui cukup jauh dan membuat lelah namun mereka samasekali tidak terlihat lelah, malah mimik wajah mereka terlihat bahagia, walaupun mereka selalu di klakson para pengguna jalan lain yang notabene adalah pengguna sepeda motor dan mobil, mereka tetap stay cool, tidak terlihat wajah panik karena membuat ruas jalan penuh karena rombongan mereka.
Sungguh pemandangan ini tidak pernah sayalihat di jakarta, para pengayuh sepeda yang tetap setia walaupun kata orang jaman dsudah maju dan berbagai jenis sepeda motor dengan ragam harga sudah mulai merajai pasar transportasi, mereka tetap tidak merubah pendirian dengan terus menggunakan sepeda kemanapun. mereka termasuk manusia yang cinta lingkungan hidup yang tidak ingin dunia semakin rusak dengan polusi udara dari kendaraan bermotor.
Walaupun di kota besar juga ada komunitas pengguna sepeda yang menamakan diri bike to work dan bike to school, Komunitas inipun terbentuk karena ingin menyelamatkan bumi dari bahaya pulosi udara, namun feel yang mereka berikan berbeda. Disini para pengayuh sepeda yang berada di saerah terlihat sangat nyata dan memang mereka sudah ada sejak lama bukan ada karena kesadaran baha saat ini bumi telh panas karena polusi kendaraan.
Semoga saya dapat belajar dari para pengayuh sepeda itu. Tetap bersyukur dan bahagia denga segala kesederhanaan nya, malah tetap eksis dengan kesederhanaannya.,,,